Share It

Minggu, 30 Juni 2013

Klasifikasi Jenis Budaya Manusia Indonesia zaman Purba

Masa Prasejarah merupakan salah satu fase yang terjadi di dunia. Semua bangsa mengalami masa prasejarah. Perbedaan masing-masing bangsa terletak pada kurun waktu masa prasejarah yang diakhiri dengan mengenal tulisan. Sehingga, masing-masing bangsa masuk ke zaman tulisan/zaman sejarah berbeda satu sama lain.
Selama mengalami masa prasejarah, ternyata manusia mampu menggunakan akal pikirannya – yang dengan pikirannya itu manusia berbeda dengan binatang – untuk menghasilkan budaya yang bernilai tinggi. Di Indonesia, zaman pra sejarah terbagi menjadi berbagai macam zaman. Berdasarkan hasil kebudayaannya, dikenal adanya zaman batu dan zaman logam.
Di bawah ini, saya menuliskan hasil penelaahan terhadap beberapa hasil budaya yang terangkum dalam klasifikasi yang berbeda. Saya membedakan jenis hasil budaya yang berasal dari daerah pedalaman dan daerah pantai. Namun karena keterbatasan saya, saya tidak bisa mencantumkan gambar yang dapat membantu memahami benda-benda tersebut. Berikut merupakan klasifikasi hasil budaya pedalaman dan hasil budaya pesisir:
<!--more-->
A. kebudayaan Pedalaman
  1. Masa Palaeolithikum
      1). Kapak Genggam
            Bahan        : batu Inti, kerakal, batu andesit, gamping, kersikan
            Bentuk      : alat serupa kapak tetapi tidak bertangkai, digunakan dengan di genggam di tangan. Dikerjakan masih secara kasar, sekedar mencukupi keperluan. Terdiri beberapa ukuran.
            Jenis          : Chopper ( alat penetak )
      2). Kapak Perimbas
            Bahan        : Batu Inti, kerakal, batu andesit, gamping, kersikan
            Bentuk      : berbentuk massif digunakan dengan cara digenggam
            Jenis          : chopper ( alat penetak )
-          Tipe Serut samping
Bahan        : Segumpal batu, kerakal
Bentuk      : tajamnya berada di sisi yang berlawanan dengan tempat pegangan yang diasah agak tegak.
-          Tipe Setrika
Bahan        : Segumpal batu, kerakal
            Bentuk      : berbentuk runcing pada bagian ujungnya seperti setrika.    
            - Tipe Kura-kura
            Bahan        : Segumpal batu, kerakal        
            Bentuk      : Beralas, membuat dengan permukaan atas yang cembung dan meninggi.   
            3). Pahat genggam
                  Bahan        : Batu Inti, kerakal, batu andesit, gamping, kersikan
                  Bentuk      : agak persegi berukuran sedang dan kecil terjalnya yang berada di sisi yang berlawanan dengan tempat pegangan yang ditatah agak tegak.
                  Jenis          : Chopper ( Alat Penetak )
             4). Proto Kapak Genggam
             5). Alat serpih bilah ( Penggaruk, Serut, gurdi, penusuk pisau)
                  Bahan        : Gamping kersikan, batu luar endap, kalisedon berwarna kuning, kerakal. Serpihan dari batu Inti
                  Bentuk      : Berbentuk serpihan kecil sebagai perkakas berbentuk sederhana yaitu kecil dan sebagian berujung konveks, membulat.
                  Jenis          : Chopper

  1. Masa Mesolithikum
      1). Pebble (kapak Sumatra)-Sumatralith
            Bahan        : Batu andesit, batu kali yang dipecah/dibelah
            Bentuk      : Berbeda dengan chopper, sisi luar lebih halus tidak diapa-apakan, sisi dalam dikerjakan lebih lanjut ; kedua sisinya kelihatan bergelombang, panjang, bulat, meruncing.
            Jenis          : Pebble Culture (kebudayaan Pebble);tradisi Bascon-Hoabinh
       2). Hache Courte (kapak pendek)
            Bahan        : Batu andesit
            Bentuk      : bentuknya setengah lingkaran, dibuat dengan memukuli dan memecah batu. Belum diasah, tajamnya terdapat di sisi yang melengkung.
            Jenis          : Pebble Culture.
       3). Pipisan
            Bahan        : Batu
            Bentuk      : semacam lempeng untuk menggiling dan landasannya.
            Jenis          : Pebble Culture.
       4). Abris Sous Roche (gua yang dipakai sebagai tempat tinggal manusia purba). 
            Bentuk      : Menyerupai ceruk-ceruk di dalam batu karang yang cukup untuk  memberikan perlindungan ketika panas dan hujan.

  1. Masa Neolithikum
       1). Beliung/pacul
            Bahan        : batu api dan Chalcedon
            Bentuk      : kapak persegi yang berukuran besar, bentuknya agak melengkung sedikit, diberi tangkai yang diikatkan pada lengkung itu. Digunakan untuk
            mengerjakan kayu.
            Jenis          : Kapak persegi
       2). Tarah
            Bahan        : batu api dan Chalcedon
            Bentuk      : Kapak persegi berukuran kecil, bentuknya agak melengkung sedikit, diberi tangkai yang diikatkan pada lengkung itu. Digunakan untuk mengerjakan kayu.
            Jenis          : Kapak persegi
       3). Kapak Bahu
            Bahan        : Batu Indah dan chalcedon
            Bentuk      : Relatif sama dengan kapak persegi yang lain, hanya dibagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher, sehingga menyerupai bentuk botol yang persegi.
            Jenis          : kapak persegi
       4). Walzenbeil
            Bahan        : Batu chalcedon
            Bentuk      : Kapak lonjong yang berukuran besar, penampang alangnya lonjong, bentuk bundar telur. Ujungnya agak lancip ditempatkan di tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah sehingga tajam.
            Jenis          : Kapak lonjong
       5). Kleinbeil
            Bahan        : Batu chalcedon
            Bentuk      : Kapak lonjong yang berukuran kecil, penampang alangnya lonjong, bentuk bundar telur. Ujungnya agak lancip ditempatkan di tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah sehingga tajam.
            Jenis          : Kapak Lonjong
       6). Gelang
            Bahan        : Batu Indah, manik-manik, kulit kerang
            Bentuk      : Bulat gepeng, kedua sisi dicekungkan dengan di pukul, cekungan bertemu menjadi sebuah lobang kemudian digosok dan diasah menjadi bentuk yang diinginkan. Atau dengan menggurdi batu bulat gepeng dengan gurdi bambu dengan seutas tali dan sebilah bamboo dengan diputar diatas muka batu yang lebih dulu diberi air dan pasir.
            Jenis          : Perhiasan
       7). Kalung
            Bahan        : Batu-batu yang dicat, batu-batu akik.
            Bentuk      : Menggurdi biji-biji kalung sehingga tercipta lobng yang sangat kecil.
            Jenis          : Perhiasan.
       8). Alat-alat Obsidian
            Bahan        : Batu kecubung (obsidian)
            Bentuk      :
            Jenis          : Alat mikrolit ; Untuk berburu, bercocok tanam, dan pekerjaan sehari-hari.
       9). Gerabah
            Bahan        : Tanah liat
            Bentuk      :
            -     Periuk  : Bentuk badan kebulat-bulatan memiliki tepian yang melekuk,        dan melipat keluar, tidak berhias, memiliki alascekung.
-          Cawan : Bentuk beralas bulat dengan tepian langsung yang melengkung kedalam. Beralas rata dengan tepian langsung. Mirip pedupaan. Kaki dibuat terpisah dari badannya. Bekas smbungannya masih tampak.
-          Kereweng Polos dan berhias   : Bentuk hiasannya berupa pola garis pendek sejajar dan pola lingkaran, pola geometris. Berlapis merah dan dihiasi dengan menggunakan cara digores atau dengan menggunakan tatap meniru pola-pola hiasannya (garis lurus).
-          Periuk bermulut lebar  : bentuk Tepinya melengkung keluar dan beralas cembung.  
            Jenis          : Gerabah/alat-alat rumah tangga
     10). Alat pemukul kulit kayu
            Bahan        : Kayu
            Bentuk      : Berbentuk persegi panjang terdiri dari gagang dan bagian pemukul. Bagian untuk memukul kulit kayu ini cekung dan sejajar ujung. Bagian pemukulnya meruncing keatas menyerupai tanduk.
            Jenis          : -
     11). Perhiasan
            Bahan        : Batu dan kulit kerang
            Bentuk      : Manik-manik, gelang
            Jenis          : Perhiasan
                 
  1. Tradisi Megalithik
       1). Menhir
            Bahan        : Batu
            Bentuk      : Batu panjang yang didirikan tegak diletakkan di suatu tempat untuk peringatan orang mati.
            Jenis          : Tradisi Megalithik
       2). Kubur berundak
            Bahan        : Batu
            Bentuk      : Kuburan yang dibangun di atas sebuah bangunan berundak-undak
            Jenis          : Tradisi Megalithik
       3). Kubur peti batu
            Bahan        : Batu
            Bentuk      : Kubur berupa sebuah peti yang dibentuk dari enam buah papan batu, terdiri dari dua sisi panjang, dua sisi lebar, sebuah lantai dan sebuah penutup peti
            Jenis          : Tradisi Megalithik
       4). Lesung Batu
            Bahan        : Batu
            Bentuk      : Sebongkah batu yang diberi lobang sebuah atau lebih
            Jenis          : Tradisi Megalithik
       5). Dolmen
            Bahan        : Batu
            Bentuk      : Tempat sesaji atau meja sesaji. Akan tetapi ada pula dolmen semu yaitu dolmen yang dibawahnya digunakan untuk menguburkan jenazah. Dolmen ini disebut pandhusa.
            Jenis          : Tradis Megalithik
       6). Sarkophagus                                
            Bahan        : Batu
            Bentuk      : Tempat mengubur jenasah berbentuk seperti lesung
-          Tipe A : berukuran kecil serta bertonjolkan di bidang depan dan bidang belakang wadah dan tertutup.
-          Tipe B : Berukuran sedang tanpa tonjolan
-          Tipe C : Berukuran besar, bertonjolkan di masing-masing bidang wadah tertutup.
            Jenis          : Tradisi Megalithik
       7). Kalamba   
            Bahan        : Batu
            Bentuk      : Tempat mengubur jenasah berbentuk bulat lonjong. Tutup kalamba disebut tuatena
            Jenis          : Tradisi Megalithik
       8). Waruga
            Bahan        : Batu
            Bentuk      : Bentuk kubur berupa sebuah peti kubur batu kecil berbentuk kubus dan ditutup dengan batu lain berbentuk atap rumah. Ukuran paling tinggi tidak lebih dari dua meter. Istilah lain lainnya adalah tembikar.
       9). Arca

  1. Kebudayaan Pengecoran Logam
      1). Nekara Pejeng
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Besar, tinggi 1.98. Bidang pukul bergaris tengah 1.60 m menjorong 25 cm. Keluar dari bagian bahu yang melurut ke bawah dan melengkung kedalam di bagian pinggang yang berbentuk silinders. Bagian kaki yang terbentuk genta yang melebar di bagian bawah.
            Jenis          : Benda-benda perunggu
       2). Nekara Tanurejo
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Bidang pukulnya berhias pola bintang bersudut 12 ditengah. Sekeliling bintang terbagi menjadi 4 ruang.
            Jenis          : Benda-benda perunggu                                                        
       3).Nekara Peguyangan
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Bidang pukulnya berhias pola bintang bersudut 8 ditengah dan 4 ruang yang mengelilingi bintang dihias.
            Jenis          : Benda-benda perunggu
       4). Nekara Bebitra
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Bidang pukulnya dihias pola bintang bersudut 8 ditengah.
            Jenis          : Benda-benda perunggu
       5). Nekara Tipe Heger I
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Mempunyai bidang pukul dengan garis tengah yang lebih besar daripada ukuran tinggi keseluruhan nekara. Bahu berbentuk cembung, bagian tengah berbentuk silindrik, kaki melebar berbentuk seperti kerucut terpancung dengan bagian bawah yang terbuka.
            Jenis          : Benda-benda perunggu
       6). Nekara Tipe Heger II
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Mempunyai bidang pukul yang lebih besar daripada tubuh nekara. Sehingga menjorong keluar, bagian bahu tidak berbentuk cembung tetapi melurus ke pinggangnya.
            Jenis          : Benda-benda perunggu
       7). Nekara Tipe Heger III
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Bagian bahunya melurus ke bawah, dan dibagian pinggang agak melengkung kedalam sehingga tampak bentuk pinggang.
            Jenis          : Benda-benda perunggu
      8).  Nekara Tipe Heger IV
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Mempunyai bidang pukul yang menutup badan nekara, bahu berbentuk cembung, bagian tengahnya hanya sedikit membentuk pinggang kemudian lurus ke bawah.
            Jenis          : Benda-benda perunggu
       9). Kapak Perunggu Tipe dasar (tipe I)
            Bahan        : Perungu
            Bentuk      : Lebar dengan penampang lonjong, garis puncak (pangkal) tangkainya cekung. Kadang-kadang lurus dan bagian tajamnya cembung.
            Jenis          : Kapak Perunggu
     10). Tipe ekor burung seriti (Tipe II)
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Bentuk tangkai dengan ujung yang membelah seperti ekor burung seriti. Ujung tajaman biasanya berbentuk cembung seperti kipas.
            Jenis          : Kapak Perunggu
     11). Tipe Pahat bertangkai (Tipe III)
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : lebih panjang daripada tajamnya. Bentuk tangkainya ada yang menyempit dan lurus, ada yang pendek dan lebar. Bentuk tajaman cembung/lurus.
            Jenis          : Kapak Perunggu
     12). Tipe Tembilang (Tipe IV)
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Seperti tembilang, tangkainya pendek, mata kapak gepeng. Bagian bahu lurus kea rah sisi-sisinya. Mata kapak berbentuk Trape Sorda atau setengah limgkaran.
            Jenis          : Kapak Perunggu
     13). Tipe Bulan sabit (Tipe V)
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Mata kampak berbentuk bulan sabit. Bagian tengah lebar yang kemudian menyempit kedua belah samping. Sudut-sudut tajamnya membulat. Mata kapaknya sangat pipih.
            Jenis          : Kapak Perunggu
     14). Tipe jantung (Tipe VI)
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Mata kapak berbentuk seperti jantung. Tangkainya panjang dengan pangkal yang cekung. Bagian bahu melengkung pada ujungnya.
            Jenis          : Kapak Perunggu
     15). Tipe candrasa (Tipe VII)
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : tangkainya pendek dan melebar pada pangkalnya. Mata kapak tipis dengan kedua ujungnya melebar melengkung kea rah dalam. Pebebaran yang tidak sama membentuk bidang mata yang asimetris.
            Jenis          : Kapak Perunggu
     16). Tipe Roti (Tipe VIII)
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Tangkai kapaknya melengkung serta panjang. Dituang menjadi satu dengan kapak.
            Jenis          : Kapak Perunggu
     17). Bejana Perunggu
            Bahan        : lempengan Perunggu
            Bentuk      : Berbentuk bulat panjang seperti kepis atau keranjang.
            Jenis          : Kebudayaan Logam (Perunggu)
    18).  Patung
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Bermacam-macam bentuk seperti binatang atau orang.
            Jenis          : Kebudayaan Logam (Perunggu)
     19). Gelang, cincin
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Dihias dengan pola Geometrik atau pola bintang. Pola hias pada gelang-gelang berupa poal-pola tumpal, garis tangga, duri ikan, spiral.
            Jenis          : Perhiasan Logam
     20). Ujung Tombak
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Berbentuk daun dengan tajaman pada kedua sisi.
            Jenis          : Kebudayaan Logam (Perunggu)                 
     21). Belati
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Bermata besi cagam, dihias dengan pola lingkaran tangent dan pola tangga.
            Jenis          : Kebudayaan Logam (Perunggu)
     22). Ikat Pinggang
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Berpoal geometris berupa lingkaran tangent.
            Jenis          : Kebudayaan Logam (Perunggu)
     23). Bandul atau mata kalung
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Berbentuk manusia stilistis dengan ujung-ujung kedua lengan yang cembung. Disamping bertemu pada ujung-ujung kaki yang melengkung keatas.
            Jenis          : Perhiasan
     24). Kelintingan kecil
            Bahan        : Perunggu
            Bentuk      : Berbentuk kerucut dengan celah disisinya dan sebuah alat untuk mencabut jenggot yang sederhana berbentuk huruf U.                                                                                         
B. Kebudayaan Pantai 
                       
  1. Masa Palaeolithikum
      1). Sudip
            Bahan        : Alat tulang dan tanduk rusa
            Bentuk      : Dibuat sedemikian rupa menjadi semacam alat penusuk (belati) untuk mengorek ubi dan keladi dalam tanah.
            Jenis          : Flakes
       2). Ujung tombak
            Bahan        : Tanduk rusa, ekor ikan pari, ada yang dari batu indah (chalcedon)
            Bentuk      : dipasang di ujung tombak dengan gigi-gigi pada sisinya. Digunakan untuk menangkap ikan (seperti Ikan Harpun)
            Jenis          : Flakes
       3). Serut
            Bahan        : Pecahan Batu
            Bentuk      : Bulat, lonjong, persegi, tidk teratur, lurus
       4). Alat tulang ( sudip, serpih, batu-batu bundar, lancipan)
            Bahan        : kerang
            Bentuk      : Spiral, berwarna biru, konveks
       5). Kapak Penetak Gigantolith
            Bahan        : Karang kersikan
            Bentuk      : Berukuran besar, tajamnya berliku-liku
      
  1. Masa Mesolithikum
            1). Kjokkenmoddinger
                  Bahan        : Sampah dapur berupa kulit kerang dan siput
                  Bentuk      : Berupa rumah-rumah bertonggak dari siput dan kerang yang dipatahkan ujungnya dan dihisap isinya dan kepalanya. Kulit-kulit itu dibuang selama ribuan tahun dan menjadi bukit kerang dengan tinggi mencapai beberapa meter.
                  Analisis     : Letak Kjokkenmoddinger yang ditemukan disepanjang pantai Sumatra Tiimur Laut diantara langsa di Aceh dan Medan, beberapa puluh kilometer dari laut sekarang. Walau demikian dipastikan merupakan kebudayaan pantai, sebab garis pantai yang berubah-ubah dalam waktu yang lama, menunjukkan bahwa dulunya Kjokkenmoddinger terdapat di tepi pantai. Bahan Kulit kerang dan siput adalah cirri hasil pantai.
             2). Sudip, belati, mata panah
                  Bahan        : Tulang Binatang yang dibuat alat dan perhiasan
                  Bentuk      : Alat-alat penusuk untuk berburu
                  Jenis          : Bone Culture (Tradisi alat-alat tulang)-Kebudayaan Sampung
             3). Ujung Panah        
                  Bahan        : Batu indah seperti Jaspis dan Chalcedon.
                  Bentuk      : Semuanya bertangkai pada pangkalnya, namun memiliki keistimewaan yaitu sisi-sisinya bergerigi (seperti gergaji) yang merupakan corak khusus ujung panah Toala.
                  Jenis          : Flake Culture (tradisi serpih bilah)-Kebudayaan Toala.

  1. Masa Neolithikum
            1). Periuk Belanga
                  Bahan        : Tanah
                  Bentuk      : Tidak diketahui dengan pasti, hanya ditemukan pecahan-pecahan. Namun disimpulkan belum menggunakan Pelarikan (roda landasan)
                  Jenis          : Tembikar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar